Kamis, 16 Februari 2012

Taman Pintar Yogyakarta

Jika berkunjung ke Kota Jogja bersama keluarga tidak lengkap rasanya jika belum berkunjung ke Taman Pintar. Taman Pintar merupakan taman hiburan yang dikombinasikan dengan Ilmu Pengetahuan. Wahana didalamnya sangat baik untuk anak-anak yang sedang tumbuh berkembang. Taman Pintar terletak di daerah pusat Kota Yogyakarta. Taman Pintar hadir sebagai sebuah wahana wisata baru untuk anak-anak yakni Taman Pintar dibangun sebagai wahana ekpresi, apresiasi dan kreasi dalam suasana yang menyenangkan. 

Pembangunan Taman Pintar ini dimulai pada bulan Mei 2006 dan diresmikan pada 9 Juni 2007 oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sultan Hamengkubuwono X, bersama dua menteri, yakni Kusmayanto Kadiman, Ph.D sebagai Menteri Riset dan Teknologi dan Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA sebagai Menteri Pendidikan Nasional. Taman ini telah berhasil memadukan konsep pendidikan dengan konsep permainan sebagai sarana penyebaran informasi khazanah iptek. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan apresiasi, merangsang rasa ingin tahu, menumbuhkan kesadaran, dan memancing kreatifitas anak-anak terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.

Taman Pintar juga ingin mewujudkan salah satu ajaran Ki Hajar Dewantara yakni dalam 3N  yaitu Niteni (memahami/mengingat), Nirokake (menirukan), dan Nambahi (mengembangkan). Dengan pendekatan itulah taman ini memilih maskot dalam bentuk Burung Hantu Memakai Blangkon. Burung Hantu dimaknai sebagai burung malam yang mempunyai kepekaan tinggi, mampu mempelajari, dan mampu merasakan kejadian alam yang ada di sekitarnya, sedangkan blangkon merupakan pakaian adat Yogyakarta yang menunjukkan identitas kemasyarakatannya. 
Zona Taman Pintar ini terbagi menjadi 4 bagian, antara lain Playground, Gedung Heritage, Gedung Oval, dan Gedung Kotak. Keunggulan dari wahana yang dimiliki Taman Pintar adalah Alat Peraga Iptek Interaktif. Interaktifitas yang ditawarkan dapat menyuguhkan pembelajaran yang mengasikkan bagi anak-anak.

Bagian pertama adalah Playground yang merupakan daerah penyambutan dan permainan serta sebagai ruang publik bagi pengunjung. Pada wilayah ini terdapat sejumlah wahana bermain untuk anak seperti Forum Batu, Pipa Bercerita, Rumah Pohon, Parabola Berbisik, Air Menari, Koridor Air, Desaku Permai, Jembatan Goyang, Spektrum Warna, Dinding Berdendang, Sistem Katrol, Istana Pasir, Engklek, dan Jungkat-jungkit.

Bagian kedua adalah Gedung Heritage yang diperuntukkan bagi Pendidikan Anak Berusia Dini atau PAUD. Didalamnya dikhususkan untuk pendidikan dan permainan anak-anak usia pra-sekolah hingga TK. Bagian ketiga adalah Gedung Oval Zona yang terdiri dari zona pengenalan lingkungan dan eksibisi ilmu pengetahuan, zona pemaparan, sejarah, ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Bagian terakhir atau keempat adalah Gedung Kotak yang terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama sebagai zona sarana pelengkap Taman Pintar yang mencakup radio anak Jogja, ruang pameran, food court, ruang audiovisual, dan souvenier counter. Kemudian lantai dua sebagai zona materi dasar dan penerapan iptek yang terdiri dari jembatan sains, perpustakaan, Indonesiaku, teknologi canggih, dan teknologi populer. Sedangkan lantai ketiga terdiri dari laboratorium courses class, sains, animasi dan tv.

Jumat, 06 Januari 2012

Kebun Binatang Gembira Loka

Gembira Loka sampai sekarang masih menjadi tempat hiburan dengan koleksi binatang terlengkap di Yogyakarta. Kebun binatang yang juga museum zoologi ini berlokasi di Jalan Kusumanegara, Yogyakarta. Lokasinya hanya empat kilomoter dari terminal Giwangan dan enam kilometer dari Kraton. Gembira Loka dapat dicapai dengan bus umum jalur tujuh atau sembilan dengan biaya Rp 2000,- atau dapat juga menggunakan Transjogja 1B dengan biaya Rp 3000,-

Sesuai arti Gembira Loka, yaitu tempat bersenang-senang, kebun binatang ini memang dibangun dengan maksud memberikan tempat hiburan bagi masyarakat Yogyakarta. Ide pertama kali dicetuskan pada tahun 1933. Namun karena banyaknya kendala, pembangunan baru dilakukan pada tahun 1953. Yayasan kebun Raya dan Gembira Loka ditunjuk sebagai pelaksana pembangunan. Dua tahun kemudian, yaitu pada tahun 1955, dilangsungkan peletakan batu pertama oleh Sri Paku Alam VIII. Pembangunan terus dilakukan secara berkelanjutan sampai tahun 1975.

Kini Gembira Loka telah menjadi salah satu objek wisata yang paling banyak dikunjungi, menyaingi Malioboro dan Kraton. Berbagai jenis tubuh-tumbuhan dan hewan baik yang hidup dan mati terdapat di Gembira Loka. Jumlah koleksi tumbuhan di museum ini kurang lebih 60 spesies tanaman langka seperti miri hutan, kepel, randu alas, keben, siperes, dan lain-lain. Sedangkan spesies hewan yang ada sekitar 311 jenis seperti harimau, kida nil, jerapah, anoa, gajah, buaya, dan lain-lain. Di Gembira Loka, dipamerkan pula hewan-hewan yang diawetkan. Koleksi hewan-hewan yang diawetkan dapat dilihat di museum dekat danau buatan. Gembira Loka dihiasi taman yang permai dengan pohon-pohon tua yang besar dan rindang. Tumbuhan-tumbuhannya dibiarkan tumbuh dengan bebas agar menampakkan kesan alami.

Sebagai sarana rekreasi keluarga, Gembira Loka dilengkapi berbagai fasilitas. Dekat pintu gerbang masuk, disediakan teman bermain dan replika gua. Bagi yang tak puas hanya melihat hewan-hewan dari jauh dapat pula menunggangi gajah atau unta dan berfoto dengan bururng-burung kakaktua, orangutan, atau ular jika berani. Adapula wahana-wahana hiburan seperti kereta mini, perahu angsa, sampai flying fox.

Gembira Loka buka setiap hari mulai pukul 07.30 - 17.30 WIB. Sedang pada hari minggu atau libur buka sampai 19.30 WIB. Harga tiket masuk untuk hari biasa adalah Rp 12.000,-  dan untuk hari libur adalah Rp 15.000,-. Terhitung mulai tanggal 19 juni hingga 10 Juli, memasuki masa liburan sekolah, harga tiket setiap hari Rp 15.000,-.

Sumber : www.kotajogja.com